Joged Pingitan

Adalah salah satu jenis Joged Bumbung yang diiringi  gamelan Bumbung atau Grantang (dari bambu) . Joged Bumbung adalah satu diantara sembilan tarian genre salkral, semi-sakral dan profan, yang  telah tercatat dalam daftar Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO pada 5 Desember 2015.  Namun Joged Pingitan berbeda , karena tidak boleh mengajak Pengibing menari bersama.  Pada mulanya tarian ini berfungsi sakral, ditarikan pada hari suci untuk mohon kesuburan tanah dan penolakan bala khususnya hama tanaman .  Joged Pingitan  bisa membawakan dramatika seperti Calonarang dengan berubah menjadi tokoh tanpa berganti kostum seperti tokoh Raja, Patih, Matah Gede dan Rangda,  dan sering ditarikan oleh alm Ibu Tjenik dari Batuan.  Joged Pingitan yang dibawakan kali ini adalah bagian Pangawit (pembukaan) tanpa dramatika , diiringi rekaman irama gamelan Bapang Gede dari Sanggar di Batuan.

  • Penari: Ayu Bulantrisna Djelantik
  • Koreografer: Ayu Bulantrisna Djelantik

Ayu Bulan Trisna Djelantik. Sejak kecil menari berbagai tari klasik Bali dan belajar dari penguruk Ida Bagus Raka Bongkasa, I Mario, I Kakul, Anak Agung Mandera dan Biang Sengog.  Usia 12 tahun pertama kali mendapat undangan  menari Oleg Tamulilingan di Istana Negara Jakarta, untuk tamu Negara Ho Chi Minh, 1959. Sejak th 1964 mengikuti berbagai rombongan Misi Kesenian RI ke manca negara  a. l.  Pakistan, Thailand, Jepang dan muhibah seni ke Rusia th 1998.  Sejak tahun 1965 aktif menari di kota Bandung, Cimahi, dan mengikuti Misi Kesenian Pemerintah, antara lain ke Singapura Bangkok (1968) Hong Kong (1969), EXPO OSAKA (1970), dan beberapa negara Eropa.

Beberapa kreasi tarinya maupun daam tim adalah: Dramatari Legong Asmarandana  (1996),  Legong Witaraga (2000), Janger Anti Stress (2003), Topeng Sitarasmi (2005), Bedoyo Legong Calonarang (2006), Topeng Sitayana (2007), Legong Mintaraga (2007), Joged Podang (2010), Topeng Panji dan Rengganis (2010), Legong Arya (2013), Sang Panji (2014), Citra Saraswati (2014), Gayatri Rajapatni (2014), Dramatari Panji Inu (2015), Rejang Shanti (2017), Opera Wayang Panji Semirang (2017).

Selain pementasan, menulis berbagai artikel, dan sebagai editor sebuah buku Tari Legong, Dari Kajian Lontar Ke Panggung Masa Kini (2015), penerbitan Dinbud Pemkot Denpasar.  Dalam proses penulisan: Dance Is Healing, enam dasawarsa menari Ayu Bulantrisna Djelantik.

Kontak

  •    APT ALTIZ # 230 BINTARO PLAZA RESIDENCES
  •    BINTARO SEKTOR 3 A. TANGSEL 15000
  •    M:  0852 389 71516
  •    Email:   btrisna@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here